paling populer

posting populer

Posted by : Unknown Sabtu, 18 Agustus 2012

Penduduk Palestina sedang Shalat Tarawih di Al Quds


Yayasan al Aqsha mengatakan lebih dari 300 ribu warga Palestina berbondong-bondong memadati masjdi al aqsha untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar, pada malam ke-27 Ramadhan, sebagian besar mereka dari kota al Quds dan dari wilayah Palestina terjajah 1948, ditambah mereka yang berhasil sampai di al Aqsha dari warga Tepi Barat.

Yayasan al Aqsha menambahkan, sekitar 150 ribu warga berbuka puasa di masjid al Aqsha yang disediakan oleh Yayasan al Aqsha dan yayasan-yayasan lainnya dalam rangka memudahkan para jamaah yang berpuasa di masjid al Aqsha.

Sementara itu Yayasan Bayariq mengerahkan 200 bus dari seluruh desa dan kota di wilayah Palestina terjajah ke masjid al Aqsha melalui “Pawai Bayariq” yang disponsori oleh dinas wakaf Islam di al Quds.

Masjid al Aqsha nampak penuh dengan jamaah, terutama di bagian depan. Sementara aktivitas menuju masjid al Aqsha terus bergiat dari semua gerbang al Quds lama dan masjid al Aqsha. Puluhan ribu jamaah bertekad akan tetap bertahan di masjid al Aqsha beri’tikaf hingga akhir Ramadhan.

Di sisi lain, otoritas penjajah Zionis Israel terus memperketat prosedur keamanan di dalam kota al Quds dan di pos-pos militer di sekitarnya untuk mencegah orang-orang Palestina sampai ke masjid al Aqsha.


Bendera Hijau yang dibawa Para Jamaah Palestina di Al Quds

Bendera tauhid berwarna hijau bertuliskan “Tidak Ada Tuhan Selain Allah dan Muhammad Utusan Allah”, memberikan secercah kebahagiaan di hati jemaah kaum muslimin dari Tepi Barat. Bendera Hamas berkibar di atas Masjidil Aqsha pada malam ke 27 Ramadhan. Gaza mulai hadir dengan kekuatan di Masjidil Aqsha lewat sejumlah seruan, pelajaran dan nasehat-nasehat.

Panji Hamas Berkibar

Jemaah shalat yang berasal dari Tepi Barat dan Palestina 48 menyaksikan bendera tauhid di atas gerbang utama Masjidil Aqsha. Kami berharap bendera tersebut juga bisa dilihat di Tepi Barat setelah selama 6 tahun dilarang berkibar.

Seiring shalat tarawih dimulai, penjajah Israel menerbangkan helikopter mengawasi jamaah shalat dan menutup paksa kota Al-Quds.

Lebih dari 300 ribu kaum muslimin menghidupkan malam lailatul qadar di Masjidil Aqsha, meski prosedur ketat yang diberlakukan Israel dan larangan bagi warga Tepi Barat yang berusia di bawah 40 tahun memasuki Al-Quds, hal ini menimbulkan bentrokan dengan pasukan Israel di perlintasan Qalandia.

Gaza Hadir Di Al-Aqsha

Malam lailatul qadar kali ini istimewa dengan doa untuk warga Gaza dan dicabutnya blokade. Ratusan ribu jemaah mengaminkan di belakang imam saat shalat witir, ketika berdoa supaya blokade Gaza dicabut.

Lewat sejumlah pelajaran dan nasehat di sejumlah penjuru masjid, umat tidak akan melupakan apa yang dialami Masjidil Aqsha dan blokade Gaza, mereka meminta segera hadir Sholahuddin generasi baru untuk membebaskan Al-Aqsha dari kezaliman penjajah Israel.

Dalam doa panjang yang dilantunkan imam juga diselipkan doa untuk para tawanan Palestina yang berada di penjara Israel, semoga mereka segera mendapatkan kebebasan dan mendapatkan hak-hak minimum untuk hidup layak baik di bulan Ramadhan maupun sesudahnya. (dw/asw/pusatinformasipalestina)

Leave a Reply

Bangun Opini untuk kemerdekaan Palestine

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 SSP (free palestine) - fajarullah - Powered by Blogger - Designed by Djogan -