paling populer

posting populer

Posted by : Unknown Jumat, 04 November 2011

Depok, SSP SEBI - Menginjak tahun ketiga perayaan idul Adha di Gaza pelaksanaan sunnah Nabi Ibrahim berupa pemotongan hewan qurban sangat sulit dilakukan masyarakat Gaza. Disamping karena blockade juga diakibatkan kondisi perekonomi Gaza berada diambang terparah. Hal ini jelas bentuk penodaan terhadap syiar agama yang melarang seorang muslimin melakukan ibadah sesuai dengan keyakinanya.
Israel dengan sengaja, meruskan kebahagiaan rakyat Palestina yang sedang merayakan idul Adha. Puluhan ribu keluarga Palestina tak dapat melakukan syiar agamanya, berupa pemotongan hewan qurban. Diantara kebijakan Zionis yang menghalangi terlaksananya ibadah ini diantaranya dengan larangan masuknya binatang ternak ke wilayah Gaza.
Direktur menejemen pemasaran dan perlintasan, Ir. Tahsin Al-Saqa mengatakan, jumlah hewan ternak yang sudah masuk Gaza melalui perlintasan Karem Abu Salem hingga kini hanya berjumlah 4500 ekor dari 7000 ekor yang sudah disepakati pemerintah Zionis.
Di sisi lain, mereka juga mengulur-ngulur perizinanya, untuk memperlambat masuknya hewan qurban tersebut. Perhari hanya 330 kambing yang diizinkan masuk Gaza. Sementara Al-Saqa menyabutkan, kebutuhan Gaza terhadap hewan qurban ini mencakup 15.000 ekor. Sementara binatang ternak hingga saat ini belum ada yang belum masuk ke Gaza sejak tiga tahun lalu. Padahal kebutuhan rakyat Gaza sekitar 20.000 hewan ternak. Walau sebagian bisa masuk melalui terowongan di Rafah, namun jumlahnya sangat sedikit. Warga pun mengeluhkan mahalnya harga hewan ternak yang sudah masuk Gaza dan pasar-pasar yang menjual binatang ternak, seperti kambing, sapi atapun lainya sangat terbatas. Kalaupun ada satu atau dua orang yang datang ke pasar untuk membeli binatang ternak, ketika mereka mengetahui harga yang begitu tinggi, mereka segera pergi berlalu tanpa membeli.
Disebutkan, harga satu ekor sapi misalnya dihargai satu 9600 shekel atau sekitar $ 2500. Sementara satu ekor kambing mencapai $ 450. Itupun setelah menunggu lama. Akhir terpaksa harga segitupun dibeli warga setelah tidak ada harapan akan turun.
Bergantung Pada Organisasi Sosial
Di pihak lain, Kholil Abu Shaleh mengatakan, mayoritas wilayah utara Gaza tidak punya dana untuk membeli hewan kurban. Hampir semuanya bergantung pada organisasi social yang beroperasi di Gaza yang biasanya tiap tahun membagi-bagikan ribuan kilo daging kurban kepada warga. Hal ini sedikit membahagiakan, saat sejumlah negara merayakan hari idul kurban. Daging kurban dibagikan kepada masyarakat yang kehilangan kegembiraanya akibat perang Gaza.
Dengan demikian Abu Shaleh Al-Asyqa menghimbau bangsa Arab dan para dermawan untuk menyalurkan ibadah qurban mereka kepada warga Gaza, ditengah embargo zalim Israel. (dakwatuna/dw)

Leave a Reply

Bangun Opini untuk kemerdekaan Palestine

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 SSP (free palestine) - fajarullah - Powered by Blogger - Designed by Djogan -