Posted by : Unknown
Kamis, 25 April 2013
| Ust. Muqadam (Ketua KNRP) kiri bersama Johan (Moderator) |
Rabu,
(20/maret/2013), Kampus STEI SEBI Depok menyelenggarakan Tatsqif bagi para
mahasiswa/i semester tingkat awal. Acara ini sendiri merupakan prakarsa bidang
Kemahasiswaan sebagai bentuk pembinaan kepada mahasiswa STEI SEBI. Tema yang
diangkat dalam acara kali ini yakni tentang Zionisme. Ada yang menarik dari
tatsqif kali ini yakni mengundang pembicara yang tidak biasanya, yakni Ustadz
DR. Muqaddam Cholil (Ketua KNRP). Kajian
tatsqif yang diselenggarakan di Aula 1-2 ini juga memiliki tujuan penting yaitu
agar menambah wawasan seputar perang pemikiran dan bahayanya propaganda zionis
yang saat ini tidak kita sadari telah berada ditengah-tengah kehidupan kita.
Tepat pukul
16.00 peserta yang kira-kira berjumlah satu angkatan penuh memadati ruangan
kajian Tastqif. Mereka mulai mengisi bangku yang tersedia diruangan. MC pun
membuka acara dengan basmallah dan taujih rabbani. Kemudian tatsqif dilanjutkan
dengan sambutan dari Ustadz Deny selaku Bidang Kemahasiswaan SEBI.
Setelah itu
memasuki keacara inti, yakni Kajian Tastqif yang diisi oleh Ustadz Muqaddam. Di
awal pembicaraannya ustadz Muqaddam menjelaskan apa itu zionisme, asal
pemikiran, dan sejarahnya.
“Zionisme
adalah sebuah gerakan politik yang tersebar diseluruh dunia untuk kembali
kebukit Zion yang berada di Palestina. Gerakan ini muncul kembali abad ke 19
bertujuan mendirikan sebuah negara
Yahudi di tanah Palestina yang waktu itu di kuasai oleh khilafah Turki
Usmaniyah. Pemikiran ini dibawa oleh Theodore Hertlz yang dikenal sebagai bapak
zionisme” Terang Ustad Muqaddam dengan fasih
Kemudian ustadz
Muqaddam menjelaskan bagaimana asal kata zion dan khurafatnya. Peserta yang
hadirpun nampak antusias memperhatikannya. Beliau mengatakan juga bahwa pada
awalnya kaum kristiani membenci yahudi karena membunuh nabinya yaitu Al Masih.
Namun karena yahudi berhasil memasukkan orangnya untuk merubah isi injil, maka
terlahirlah injil Scofield dan injil versi King James yang dipakai orang barat.
Akibatnya muncul kelompok Judeo-Christian, sebuah kelompok Kristen yang
mendukung zionisme
Selanjutnya
ustadz Muqaddam meceritakan kisah Sultan Abdul Hamid II dari Khilafah Turki
Ustmani terakhir yang teguh mempertahankan Palestina dari upaya sogokan yang
dilakukan Yahudi lewat agennya dari Tsalonika bernama Mustafa Kemal Pasha agar
diizinkan mendirikan Negara Yahudi di Palestina.
Menjelang
akhir kajian, ustadz menjelaskan dengan rinci produk-produk Yahudi yang harus dihindari
demi kebaikan diri sendiri sebagai kaum muslimin. Mulai dari media massa,
makanan, minuman, hiburan, benda elektronik, sampai produk bayi dan kosmetik.
Dalam penjelasan ini para peserta tampak terkesima dan sadar produk-produk yang
harus dihindari.
Dan diakhir sesi kajian Tastqif yang bagus ini,
ustadz memberikan solusi melawan zionis yaitu
- Memahami Islam sebagaimana pemahaman nabi dan sahabat-sahabatnya
- Meninggalkan produk-produk yahudi sebisa mungkin dan menghadirkan gantinya.
- Berdakwah dengan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya masjid alAqsha
- Mengajarkan kepada anak-anak muslim tentang masjid alAqsha
- Menggalang dana sebanyak-banyaknya untuk disumbangkan ke Palestina.
- Mengajak semua elemen masyarakat Indonesia untuk membantu kemerdekaan Palestina dan kebebasan masjid al-Aqsha
penulis: prince/sspsebi