paling populer

posting populer

Labels

postingan baru

Tampilkan postingan dengan label Indonesia-Palestina. Tampilkan semua postingan


Sejumlah tokoh asal Indonesia melakukan lawatan kontroversial ke Israel. Seperti diketahui, Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik. Kebijakan itu ditempuh Indonesia lantaran menghormati negara Palestina dan tidak mengakui keberadaan Negara Zionis tersebut.

Akan tetapi, anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya secara diam-diam bertemu dengan anggota Parlemen Israel Knesset di Tel Aviv. Kabar itu terbongkar setelah media setempat, Israelhayom.com, Selasa (11/6),

mengumumkan pertemuan rahasia tersebut. Kunjungan dilakukan pekan lalu.

“Ini mungkin pertama kalinya delegasi dari negara Asia Tenggara mengunjungi Israel dan bertemu dengan anggota parlemen Israel,” demikian pernyataan Harian Hayom. Bukti kunjungan itu bisa didapatkan dari foto yang beredar dengan latar belakang kantor anggota parlemen Israel.

Kunjungan politikus Partai Golkar itu difasilitasi organisasi pro-Zionis Yahudi Australia yang menyediakan akses perjalanan ke negeri pimpinan Benjamin Netanyahu itu. Kelompok Yahudi Australia itu selalu berusaha mempertahankan hubungan persahabatan dengan Knesset Speaker Yuli Edelstein dari Partai Likud yang bertugas mengurusi diplomasi publik.

Sangat mungkin, kunjungan mantan presenter televisi ke Israel itu bakal menyulut kemarahan rakyat Indonesia. Pasalnya, kunjungan itu sama saja dengan bentuk pengakuan atas eksistensi Israel yang berdiri dengan mengusir rakyat Palestina.(republika)
Bashaer Othman, Walikota Muda Palestina

Depok, SSP SEBI  – Wali Kota termuda di dunia, Bashaer Othman yang berusia 15 tahun ini mendatangi Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta untuk menemui Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman, Kamis (13/9).
Gadis yang masih duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama di kotanya itu memang dijadwalkan bertemu Ketua DPD Irman Gusman. “I can’t speak very good english,” kata Bashaer dengan senyum.
Sejak Senin (10/9) lalu hingga Sabtu mendatang ia berada di Jakarta atas undangan World Peace Movement, sebuah yayasan yang diketuai Sofia Koswara untuk mempromosikan gerakan-gerakan perdamaian. “Kedatangan dia ke sini untuk menginspirasi anak muda Indonesia agar lebih peduli dengan bangsa. Selama ini anak muda terkesan apatis dan hanya bisa mencemooh,” kata Sofia Koswara menerjemahkan pernyataan Bashaer.

Meski masih berusia dini, Bashaer Othman telah diberikan kesempatan untuk menjabat sebagai Walikota dikota Allar, Tulkarm, Tepi Barat, Palestina selama 2 bulan oleh Walikota yang sebenarnya Sofiyan Shadid. Setelah terpilih dalam program pemberdayaan kaum muda Pemerintah di Palestina, Bashaer menjabat walikota selama 2 bulan sejak awal Juli hingga awal September 2012.
Bashaer berpesan kepada pemuda Indonesia untuk terus semangat mengejar cita-cita. “Maju terus, jangan ragu kejar cita-cita-mu pasti tercapai,”.  Kedatangan Bashaer sendiri didampingi Dubes Palestina untuk Indonesia.
Walikota Suka Masakan Nasi Goreng Indonesia

Wali kota termuda di dunia, Bashaer Othman sempat merasakan nasi goreng dalam lawatannya ke Tanah Air. Bashaer mengaku ketagihan menu makanan khas Indonesia itu sejak pertama kali mencicipinya.


"Enak dan nikmat sekali, nasi goreng itu seperti nasi Arab di Libanon," kata Bashaer kepada merdeka.com di Pasaraya Blok M, Jakarta, Kamis (13/9).



Wali kota cantik ini mengaku bukan remaja penggila fashion. "Saya menggunakan apa yang saya anggap cocok tapi saya tidak mau menilai diri sendiri," ujar Bashaer.



Bashaer Othman datang ke Pasaraya Blok M mengenakan kerudung abu-abu bercorak hijau dan berbaju kemeja hijau dipadukan blue jeans serta bersepatu high heels abu-abu.



Bashaer Othman adalah mantan wali kota Allar, Tulkarm di Palestina dan merupakan wali kota termuda di dunia karena masih berusia 15 tahun. Dalam pendidikan, Bashaer berada di grade 11 atau setahun lagi lulus SMU jika di Indonesia.

Tak Berpikir Pacaran, Tak ada Main-main



Dari sekian banyak kesibukannya, Bashaer berkenan diwawancarai VIVAnews. Di Jakarta, kegiatan Bashaer juga tak kalah sibuk. Memberi kuliah umum di Universitas Al Azhar, mendapat penghargaan dari Pasaraya Blok M, dan harus meladeni wawancara sejumlah media. 
Jawaban Basheer ketika ditanyakan apakah ia memiliki pacar, ia menampik dengan mengatakan, Islam tidak memperbolehkan hubungan laki-laki dan perempuan tanpa status pernikahan, apa pun bentuk hubungan itu.  Terus terang saya tidak punya akun Facebook sebab kadang itu mengganggu aktivitas saya dalam berpikir. Namun, saya tetap mengikuti perkembangan global lewat internet. 
Kesibukan di Palestina dan Jakarta itu tak menyurutkan semangat Bashaer. Lalu, bagaimana dengan kehidupan pribadinya? Bashaer pun berkenan menjawab pertanyaan, apakah sudah memiliki kekasih? "Saya belum punya pacar. Karir dulu," kata Bashaer saat wawancara khusus denganVIVAnews di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan. 

Pertanyaan nakal ini dijawab agak serius oleh Bashaer. Menurutnya, pemuda di Palestina hidup dalam keadaan serba kesulitan dan penuh tekanan. "Tidak terpikir main-main, tidak terpikir pacaran," kata Bashaer. 

Pemuda-pemuda Palestina, menurutnya, selalu berpikir mencari solusi dari tekanan. Itu saja sudah mengeluarkan banyak energi. "Yang dipikirkan adalah bagaimana membentuk karakter pemuda menjadi seorang pemimpin," jawab Bashaer.
Terinspirasi Soekarno
Walikota termuda di dunia asal Palestina Bashaer Othman mengaku kagum pada  Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Perempuan yang menjadi walikota saat berusia 15 tahun ini menyatakan Soekarno sangat populer di Palestina. 

"Presiden Soekarno memberikan pengaruh besar dalam hidup saya. Dengan adanya beliau, perhatian kepada persoalan Israel dan Palestina akhirnya menjadi nyata," ujar Othman di Jakarta, Rabu (12/9). 

Menurutnya, masyarakat Palestina sangat menghormati sosok Soekarno. Salah satu sebabnya adalah Proklamator Republik Indonesia ini dianggap sukses menginspirasi negara lain untuk mengakui Palestina sebagai negara. 

"Palestina memiliki hak mendapatkan keadilan yang sama untuk menjadi sebuah negara. Selain itu, kami juga berharap proposal Palestina menjadi anggota PBB dapat diterima, " jelasnya.

Seperti diketahui, Othman menjabat sebagai Walikota Allar, Palestina. Othman memimpin kota kecil di Tepi Barat itu selama dua bulan ini sebagai bagian dari program untuk mendorong partisipasi politik anak muda. 

Dia dipilih dewan kota berpenduduk 9 ribu jiwa itu setelah memenangkan kursi pemimpin organisasi pemuda dan menyingkirkan 40 kandidat lain.

Basheer juga menanggapi pendapatnya tentang Indonesia di negaranya, dengan mengatakan  bahwa  tokoh Ahmad Soekarno sangat dikenal di Palestina. Kami memanggil Ahmad Soekarno sebab orang Palestina mengenalnya dengan nama itu. Indonesia juga negara Muslim terbesar di dunia. Dukungan dan suara dari Indonesia sangat memberi kami kepercayaan diri. "Kami mendapatkan energi lebih ketika Indonesia bersuara lantang dan membela Palestina,"imbuhnya.
Kami Mencintai Palestina dan Akan Terus Berjuang

 Pengangguran menjadi isu yang sangat fundamental di Palestina. Hal itu diakui mantan Wali Kota Allar, sebuah kota kecil di wilayah utara Tepi Barat, Palestina, Bashaer Othman.

Saat ditanya bagaimana para pemuda di Palestina, khususnya di Tepi Barat, Bashaer yang menjadi wali kota termuda dunia itu mengatakan, banyaknya pengangguran di Palestina karena banyak lulusan sekolah dan perguruan tinggi yang lulus. "Akan tetapi tidak banyak proyek maupun lapangan pekerjaan yang menampung mereka," kata gadis 16 tahun itu saat berbincang dengan ROL di Jakarta, Jumat (14/9).

Kendati demikian, Bashaer mengungkapkan para pemuda Palestina tetap optimis menyambut masa depannya. "Karena kami mencintai Palestina," ujar Bashaer yang menjadi wali kota hanya dua bulan.


Kedatangannya ke Jakarta untuk memenuhi undangan World Peace Movement guna menerima penghargaan 'The World Youngest Mayor Award' dari Royal World Records.

"Kami menginginkan adanya perdamaian serta melakukan banyak hal. Tidak hanya melakukan demonstrasi yang sering dipandang negatif, banyak dari kami juga terlibat di forum-forum konstruktif seperti forum kebudayaan dan pendidikan."

Gadis 16 tahun itu melanjutkan, "Percayalah, para pemuda di Palestina tidak tinggal diam. Kami mengupayakan (perdamaian) dengan berbagai cara."
Melayani rakyat Palestina terutama dalam masalah hukum. Sebenarnya mereka sudah tahu hukum, tetapi biasanya mereka tidak puas jika tidak langsung bertanya kepada wali kota, jadi Basheerharus sabar melayani mereka. 
Menurutnya,kesulitan yang ia alami adalah bisa memuaskan seluruh rakyat, juga saat membuat rakyat menjalani ketentuan Dewan Kota.
Menurutnya lagi,konflik dengan Israel baginya bukan kewenangannya. Sebab hal itu, sudah ada bagiannya sendiri. Saya hanya ingin menjadi inspirasi generasi muda Palestina bahwa konflik bisa melahirkan pemimpin-pemimpin andal. 
Sementara perubahan yang ia rasakan dalam diri setelah menjadi wali kota, dirinya jadi lebih memikirkan kepentingan umat. Basheer yang lahir dari keluarga yang hangat dan harmonis ini merupakan anak keempat dari lima bersaudara. . "Saat jadi wali kota, saya mendapat dukungan penuh dari keluarga.
Walikota Termuda Terima Penghargaan di Jakarta

Walikota termuda di dunia asal Palestina, Bashaer Othman, tengah mengunjungi Indonesia. Bashaer yang menjabat Walikota Allar selama dua bulan itu mengunjungi sejumlah tempat di Indonesia. Salah satunya ke Gedung DPR RI.

Bahkan, Bashaer yang masih berusia 16 tahun itu juga mendapat penghargaan "The World Youngest Mayor Award" dari Royal World Records. Lembaga itu bekerja sama dengan World Peace Movement, Pasaraya, dan didukung oleh Kedutaan Besar Palestina di Jakarta. Penghargaan itu diberikan di Pasaraya Blok M, Jakarta, Kamis 13 September 2012.

Dalam pemberian hadir sejumlah tokoh, salah satunya Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Juga hadir perwakilan dari Royal World Records, Ron Mullers dan Direktur Pasaraya, Medina L Harjani.

Ron Mullers mengatakan, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas apa yang dilakukan oleh Palestina dan apa yang telah dikerjakan dengan baik oleh Bashaer Othman sebagai Walikota Allar. "Apa yang dia kerjakan akan menginspirasi anak-anak muda Palestina dan di dunia," kata Ron.

Ron juga mengungkapkan, Bashaer sebagai Walikota termuda, juga dapat memberikan inspirasi bagi kalangan muda di Indonesia. "Apa yang ditunjukkan Bashaer bisa menginspirasi anak-anak muda, khususnya para pelajar di Indonesia," kata Ron lagi.

Medina Harjani menambahkan, kehadiran Bashaer penting untuk menginspirasi anak-anak muda Indonesia. "Dan penting dalam mempererat hubungan baik Indonesia dan Palestina serta mempromosikan pesan perdamaian," ujar dia.

Bashaer Othman adalah remaja putri berusia 16 tahun. Ia menjabat Walikota Allar, salah satu kota berpenduduk 8.000 jiwa di Tepi Barat Palestina. Bashaer adalah anak muda Palestina pertama yang mengenyam Yesark Youth Program (YYP) yang dilaksanakan di seluruh Palestina.

Program YYP memberi kesempatan bagi anak-anak muda Palestina untuk terlibat dalam kegiatan sehari-hari di pemerintahan lokal di Palestona. Bashaer dilantik menjadi Walikota Allar pada 2 Juli 2012 dan berakhir pada 21 September 2012.
Selama dua bulan menjabat Walikota, Bashaer memiliki kewenangan resmi seperti menandatangani dokumen-dokumen, memimpin rapat, mengambil keputusan, dan sampai batas tertentu memiliki kewenangan dalam hal keuangan.

Selama dua bulan itu, Bashaer disupervisi oleh Walikota sebenarnya, Sufian Shadid. Dan sampai saat ini, Bashaer tercatat sebagai Walikota Termuda di dunia

 


Depok, SSP SEBI – Dipastikan, pada tanggal 30 Maret 2012 ini, Indonesia akan berpartisipasi dengan masyarakat dunia untuk mendukung Global March To Jerusalem (GMJ). Bentuk partisipasi itu akan ditandai dengan berkumpulnya ribuan massa secara serentak di berbagai kota besar di Indonesia, mulai dari Jakarta, Medan, Surabaya, Makasar, Mataram, Pontianak, dan kota lainnya.

Ribuan massa itu datang dari berbagai kalangan aktivis kemanusiaan, ormas dan NGO dari seluruh golongan dan agama yang peduli terhadap pembebasan Palestina dan Al Quds. Terhitung ada sekitar 65 ormas dan NGO kemanusiaan. Kabarnya, Pemuda Katolik dan sejumlah pendeta dari Protestan dan Katolik juga akan terlibat dalam aksi kemanusiaan ini.  

Seperti diketahui, Jerusalem terancam bahaya. Hingga kini, penghancuran situs-situs peninggalan bersejarah, termasuk rumah ibadah oleh zionis Israel, masih terus berlangsung. Khusus di Jakarta, akan dilakukan longmarch dan diisi oleh orasi tabligh akbar.

Demikian disampaikan dalam konferensi pers yang digelarAsia Pasific Community for Palestine (ASPAC for Palestine) di Hotel Kartika Chandra, Ahad (18/3) lalu, hadir Ustadz Ferry Nur dari KISPA, Ustadz Bachtiar Nasir (Ketua Spirit of Aqsa), Syekh DR. Saoud Abou Mahfoudz (Ketua Aliansi Internasional untuk Penyelematan Al-Quds dan Pelestina), Hasmi (perwakilan dari Malaysia), Daud Marwah Ibrahim (ASPAC), dan Ahmad Zainudin (Komisi I DPR).

Terdorong keinginan untuk membantu Palestina dan Al-Quds,Asia Pasific Community for Palestine (ASPAC for Palestine)terlibat secara aktif dalam kampanye tersebut dan mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk mendukung kampanye ini.

Pada tanggal 30 Maret nanti adalah puncak dari Global March To Jerusalem (GMJ). Seluruh masyarakat dunia dari berbagai lintas agama, mulai dari Asia, Eropa, Amerika, Arab, hingga Afrika, melibatkan diri dalam aksi Global March To Jerusalem (GMJ).

Ada beberapa negara, tempat berkumpulnya massa untuk mendukung GMJ, seperti Syiria, Lebanon dan Mesir. Dikarenakan terlalu jauh, Indonesia memilih Jordania. Dalam aksi damai itu, rencananya akan dilakukan longmarch (sekitar 4 kilometer) menuju perbatasan Palestina.  

Indonesia akan mengirimkan perwakilannya untuk berangkat ke Aman, Jordan pada tanggal 27 Maret pukul 00.00 WIB nanti, untuk bergabung dengan aktivis kemanusiaan dunia dari berbagai negara. Sebanyak 60 orang wakili ormas, kaukus DPR, termasuk media massa. Dari DPR diikuti oleh 11 orang dari berbagai partai politik (PKS, PPP, PAN, Demokrat dan PDIP). Rencananya, acara pelepasan akan berlangsung di Pulau Dua, Jakarta, pada tanggal tersebut.

 

Agenda GMJ

Dalam rangkaian GMJ, terdapat sejumlah agenda acara, yakni: 1) pertemuan dan dialog antara tokoh-tokoh Asia Pasifik, khususnya di Asia Tenggara untuk membahas dan mencari solusi atas persoalan di Jerusalem, khususnya permasalahan Al-Quds; 2) pertemuan para perwakilan lembaga anggota ASPAC, sekaligus deklarasi dan pengukuhan Council Memberdan Pengurus ASPAC.

Dalam acara tersebut, terdapat pidato dari Ketua Aliansi Internasional untuk Penyelematan Al-Quds dan Pelestina, Syekh DR. Saoud Abou Mahfoudz, mengenai kondisi Jerusalem terkini. Selain itu juga hadir Tuan Haji Azmi Thalib, perwakilan GMJ Malaysia, Perwakilan Filipina, Perwakilan Srilangka, Perwakilan Maladewa, Perwakilan Thailand, Ketua Spirit of Aqsa (SOA) Bachtiar Nasir yang akan berbicara atas nama Indonesia, Muhamed Sally Muhamed Faris, maupun anggota Majelis Syura Jemaat Al-Islami Sri Langka dan Ketua Just Media Foundation.

Forum ini diselenggarakan oleh Asia Pasific Community for Palestine yang merupakan gabungan NGO yang peduli terhadap Pelestina yang dikukuhkan dalam Asia Pasific Community Conference For Palestine, Juni 2011 yang disatukan oleh Kaukus Parlemen Indonesia untuk Palestina, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Spirit of Aqsa(SoA), Mathla’ul Anwar, Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (PERSIS), Wafaa International, Adara Relief International, Multiply for Palestine (MP4 Palestine), dan ICMI.

Para aktivis NGO kemanusiaan ini secara aktif terus menggulirkan kampanye untuk Solidaritas Palestina bekerjasama dengan berbagai organisasi dan lembaga dari berbagai latar belakang agama, pemikiran, bangsa di kawasan Asia Pasifik. (voaislam/danu)



Untuk saudaraku di Indonesia,

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku,kenapa?? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini. Bukan demikian saudaraku??? Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia. Dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini?!!. Wah...,sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum. Lalu saya mengatakan kepadanya. Saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 sampai sekarang di gabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian yah? Wah.., pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5 % dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya. Subhanallah...

Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati. Kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah.., pasti sangat indah dan mengagumkan yah. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko. Dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan. Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku di Indonesia. Tidak seperti di negeri kami ini saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil. Ya, diatas mobil saudaraku!! Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade tahun 2009 lalu. Namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya. Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.

Namun mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan  ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan, dan di tempat sampah. Itu yang kami dapat dari informasi televisi. Dan yang membuat saya terkejut dan merinding. Ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA. Astaghfirullah... Ada apa dengan kalian..??? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?!!!. Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan atau got-got, apalagi ditempat sampah, saudaraku!!!. Mereka mati syahid, saudaraku!. Mati syahid karena serangan roket tentara Israel !!!. Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, saudaraku. Bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini. Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember 2009 kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami Namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar. Allahu Akbar!!!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah. Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, dan menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezki disana..? Apa negeri kalian sedang di blokade juga..? Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan. Walau sudah lama kami diblokade. Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata usaha di kantor pemerintahan Hamas. Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku. Dan Perdana menteri kami, yaitu ust.  Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan Bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai Saudaraku di Indonesia,


Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan.  Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut, program pengajian kalian pasti bagus bukan. Banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap. Kalian pun sangat bersemangat bukan?, itu karna kalian punya waktu. Sedangkan kami tidak memiliki waktu yang banyak disini, wahai saudaraku. Satu jam, ya, satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh.  Setelah itu kami harus terjun langsung ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang telah diberikan kepada kami. Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut. Walau Cuma satu jam saudaraku. Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana. Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami. Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami. Saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang. Bagaimana dengan kalian?? Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al qur'an. Umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al qur'an ketimbang anak-anak kami disini. Di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang. Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan. Diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah, di tempat itulah mereka belajar Saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan al quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia,


Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah...., kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun bukan hanya tangisan kalian yang kami butuhkan,  saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai Bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya. Oh iya,  hari semakin larut. Sebentar lagi adalah giliran saya untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.


Depok, SSP SEBI - Akhir bulan ini, Perserikatan Bangsa Bangsa akan mengadakan Sidang Umum Tahunan 2011. Banyak hal yang akan dibicarakan para delegasi dari pelbagai penjuru dunia. Satu hal yang bakal memancing perhatian ekstra dari peserta adalah keputusan Sidang Umum untuk menerima atau menolak pengajuan Palestina sebagai anggota baru PBB.

Resistensi ke arah masuknya Palestina sudah mulai terlihat, terutama dari beberapa negara yang tergolong zionis, yang dipimpin Israel. Langkah Palestina terhitung krusial, karena jika bisa masuk resmi sebagai anggota PBB, meski bukan Dewan Keamanan PBBn, posisi Palestina akan semakin kuat di mata dunia.

Indonesia, sebagai Ketua Masyarakat ASEAN melakukan keputusan tegas untuk mendukung Palestina masuk ke PBB sebagai anggota, tidak lagi hanya peninjau. "ASEAN mendukung penuh langkah Palestina. Mereka memiliki asa kuat untuk menjadi bagian dari dunia, dan bergaul dengan seisi bumi. Tak ada alasan untuk mengganjal itu, kecuali kalau PBB tak berkeinginan positif," tutur Makarim Wibisono, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, usai acara Palestinian State and The UN, di Jakarta, Rabu (14/9/2011).

Pendapatnya didukung Ibrahim Yusuf. Ketua Umum Indonesian Council on World Affairs. "Semua syarat sudah ada. Seharusnya tak ada kendala, karena itulah kami menekan PBB untuk tidak memberi hadangan lagi kepada Palestina untuk merasakan komunikasi dengan dunia luar secara bebas dan terjamin," tukasnya.

Selain dua tokoh di atas, komentar dukungan juga datang dari Mahfudz Siddiq, Ketua Komisi I DPR RI, Al Muzzammil Yusuf, Koordinator Kaukus Parlemen Indonesia untuk Palestina di DPR RI, Sabam Sirait dan Dalindra Aman, mantan Duta Besar Indonesia untuk Libanon dan Kenya.

Selain kawasan ASEAN, dukungan untuk Palestina juga berasal 124 dari 193 anggota PBB. Di area Amerika Selatan, sokongan penuh datang dari Argentina, Bolivia, Brasil, Cili, Ekuador, Guyana, Paraguay, Peru, Uruguay dan Venezuela.

Puncaknya adalah dukungan Sekjen PBB, Ban Ki-moon, yang menyebut dirinya secara pribadi sangat menginginkan Palestina hadir di PBB.

Dari kalangan anggota tetap PBB, ada Cina yang sudah menginginkan Palestina masuk sebagai anggota PBB. Juru Bicara Menteri Luar Negeri Cina, Jaing Yu menegaskan, Beijing akan mendukung kemerdekaan Palestina dan langkah mereka untuk menjadi anggota PBB.

Di level masyarakat internasional, mayoritas mendukung. Di Inggris misalnya, jajak pendapat menggambarkan 59 persen warganya meminta pemerintahan mereka untuk mendukung Palestina. Begitu juga mayoritas di Prancis (69 persen) dan Jerman (71 persen). (aseancomunityindonesia/dw)
Depok, SSP SEBI - Kalau ada pejabat yang peduli terhadap rakyat Gaza yang sedang menderita akibat agresi Israel selama 22 hari, sejak hari Sabtu, 27 Desember 2008 dan memberikan bantuan kepadanya, itu biasa.

Kalau ada karyawan yang peduli terhadap rakyat Gaza yang sedang sengsara akibat blokade yang diterapkan penjajah Israel selama dua tahun hingga sekarang dan memberikan bantuan kepadanya, itu juga biasa.

Kalau ada aktifis dakwah, pengurus masjid, dan anggota majelis ta’lim yang peduli terhadap rakyat Gaza yang sedang dizalimi oleh penjajah Israel dan memberikan bantuan kepadanya, itu juga biasa.

Tetapi, jika ada pemulung yang pekerjaannya setiap hari mencari kardus bekas, koran bekas, plastik bekas, kaleng bekas dan barang-barang bekas lainnya memiliki kepedulian terhadap rakyat Gaza yang dibunuh secara keji dan biadab oleh Israel bahkan mengadakan pemutaran film dokumenter tentang blokade dan agresi Israel, tabligh akbar, doa dan penggalangan dana, itu baru luar biasa.


Apa ada pemulung yang peduli semacam itu? Dan memberikan bantuannya untuk rakyat Gaza yang sedang menderita? Jawabannya ada !.

Saya menjadi saksi dalam hal ini, karena saya turut hadir dan diminta untuk menyampaikan ceramah dihadapan mereka.

Acara kepedulian terhadap rakyat Gaza tersebut berlangsung pada hari Sabtu malam Ahad, 17 Januari 2009, menjelang gencatan senjata yang diumumkan oleh Israel.

Tempat acara berlangsung diadakan dipinggir rel kereta api dekat stasiun Kebayoran Lama, tepatnya di jalan Kramat I Rt 02/ 02 Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sehingga apabila kereta api lewat maka acara harus dihentikan dahulu.

Para pemulung yang tergabung dalam Paguyuban Pemulung Kebayoran Lama melaksanakan acaranya bekerjasama dengan pengurus mushola Al Hidayah yang masih berada di lingkungan pemulung tersebut, dalam acara itu juga diundang tokoh masyarakat setempat, termasuk ketua RW dan ketua RT.

Sungguh pemandangan yang mengharukan, pemandangan yang dapat membangkitkan semangat kita dalam membela rakyat Gaza, Palestina yang sedang menderita.

Kekompakan mereka, semangat mereka, dan kepedulian mereka patut kita acungkan jempol. Anak-anak, remaja, pemuda, orang tua bahkan kakek-kakek dan nenek-nenek juga tidak mau ketinggalan mengikuti acara yang berlangsung hingga pukul 22.00 wib

Para pemulung itu tingal di pinggir rel kereta api, dengan tempat tinggal yang sangat sederhana, penghasilan yang minim, hidup dibawah garis kemiskinan, akan tetapi mata mereka terbuka, hatinya tidak mati, perasaannya tajam, kepeduliaannya tinggi. Sehingga dengan penuh kesadaran para pemulung berupaya menolong, ikut meringankan beban saudaranya di Gaza yang sedang menderita akibat agresi Israel.
Selama 22 hari agresi Israel ke Gaza, Palestina, lebih dari 1.310 orang yang syahid, 417 diantaranya adalah anak-anak yang tidak berdosa, 108 wanita, 120 kakek-kakek dan nenek, 14 orang dari tim medis, 4 wartawan dan 5 warga asing. Korban luka-luka berjumlah lebih 5.450 orang.

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya. (QS Al ma’idah : 2)


Dalam acara kepedulian terhadap Gaza, pengurus Paguyuban Pemulung mengadakan penggalangan dana secara spontanitas untuk meringankan beban penderitaan rakyat Gaza. Tanpa disangka, setelah dihitung uang yang terkumpul, membuat kita agak heran bercampur kagum seakan tidak percaya.


Kenapa? Dan berapakah uang yang terkumpul itu ?

Alhamdulillah, Allahu Akbar, dengan izin Allah, para pemulung yang tergabung dalam Paguyuban Pemulung walaupun kehidupannya dibawah garis kemiskinan, setiap hari mencari barang-barang bekas, penghasilannya hanya untuk mengganjal perut agar tidak sampai mati kelaparan, masih memiliki semangat ukhuwah yang tinggi dan sikap mau menolong saudaranya yang sedang sengsara, mereka mampu mengumpulkan dana untuk rakyat Gaza, dan jumlahnya sebesar Rp. 2.064.800 (Dua Juta Enam Puluh Empat Ribu Delapan Ratus Rupiah).

Kalau pemulung memiliki kepedulian terhadap rakyat Gaza, Palestina yang sedang menderita akibat blokade dan agresi brutal Israel, lantas bagaimana dengan mereka yang mempunyai pekerjaan yang tetap, penghasilan yang jelas, gaji yang lebih dari cukup??? (eramuslim/dw)

Pemulungpun Bantu Palestina

(Pemain Timnas Indonesia dan Palestina memasuki lapangan)

Depok, SSP SEBI - Penampilan gemilang Bambang Pamungkas dan Christian Gonzales mempersembahkan kemenangan 4-1 bagi tim nasional Indonesia saat menghadapi Palestina dalam laga persahabatan di Stadion Manahan Solo, Senin (22/8/2011). Bambang mencetak dua gol dalam laga ini, sementara Gonzales mempersembahkan satu gol dan dua assist untuk tim "Merah Putih".

Sementara itu sebelum pertandingan dimulai, puluhan suporter Persis Solo yang tergabung dalam Laskar Pasoepati, melakukan aksi dikawasan stasion Manahan Sol, guna menyambut kedatangan Timnas Palestina yang akan bertanding mealwan timnas Senior Indonesia. Puluhan suporter Pasoepati tersebut melakukan yel-yel didepan pintu masuk stadion dengan membentangkan spanduk bertuliskan 'Selamat Datang Timnas Palestina, Welcome to Solo' sambil membawa ikon perjuangan rakyat palestina, Yaser Arafat muda

(Spanduk sporter bergambarkan Yaser Arafat, sebagai bentuk dukungan perjuangan Palestina)

(Semua pemain palestina memberikan syal kepada pemain Indonesia)



(Coach Wim berkalung syal palestina, cindera mata dari tim lawan) 

(Starting eleven Garuda berkalung syal palestina)
Tampil di hadapan ribuan pendukung, Indonesia mencoba langsung menekan. Firman Utina dkk membuka peluang pada menit ke-2 melalui tendangan bebas Bambang Pamungkas. Namun, bola masih melenceng tipis ke sisi kanan gawang Palestina.

Usai peluang ini, Palestina malah mendikte permainan Firman Utina dkk. Pemain timnas "Merah Putih" sendiri masih terlihat mencari bentuk permainan terbaik mereka. Lambat laun, timnas Indonesia berhasil mengambil alih kontrol dan balik menekan tim tamu.

Hasilnya, Bambang kembali mendapatkan peluang di menit ke-18. Setelah menerima umpan Christian Gonzales, Bambang sempat mengecoh salah satu pemain belakang Palestina sebelum akhirnya melepaskan tendangan kaki kiri keras dari dalam kotak penalti. Sayang, akurasi masih menjadi masalah.

Di menit ke-22, giliran Bambang yang memberikan umpan manis kepada Gonzales. Tapi, lagi-lagi bola melenceng tipis di sisi kanan gawang Palestina.

Palestina bukan tanpa peluang. Berawal umpan dari sisi kiri, pemain mereka melepaskan tendangan first time yang sayangnya masih belum menemui sasaran. Padahal, saat itu dirinya berdiri dalam posisi yang bebas.

Hingga akhir babak pertama, kedua tim tetap kesulitan menembus pertahanan lawan. Kedua tim juga minim menciptakan peluang sehingga skor 0-0 tetap bertahan.

Di babak kedua, Palestina justru mampu mencetak gol lebih dulu. Umpan terobosan dari tengah, mengarah tepat kepada Sulaiman Obaid yang lolos dari jebakan off-side. Pemain bernomor punggung 9 ini pun langsung melambungkan bola di atas kepala kiper Markus Horison yang sudah telanjur maju. Markus pun hanya terpaku melihat bola masuk ke gawangnya.

Tertinggal satu gol tak membuat Indonesia meningkatkan permainannya. Namun, pasukan Wim Rijsbergen ini masih tampil tanpa determinasi tinggi dan kerap melakukan kesalahan mendasar, seperti salah umpan.

Namun, timnas Indonesia tetap mampu mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-65. Bola hasil tendangan bebas Firman Utina memang berhasil diblok oleh kiper Palestina, Mohammed Shbair. Namun, bola muntah berhasil dimanfaatkan oleh Hariono untuk menjebol gawang Palestina dengan sundulan.

(Hariono 'syahid' setelah memasukkan bola kedalam jaring gawang palestina)

Sayang, usai mencetak gol Hariono harus ditarik ke luar lapangan karena cedera. Saat menyundul bola, kepala Hariono berbenturan dengan kaki dari pemain Palestina sehingga pelipisnya berdarah. Posisi Hariono pun digantikan oleh Toni Sucipto.

Gol hariono ternyata membangkitkan semangat para pemain Indonesia. Hasilnya, tuan rumah berbalik unggul pada menit ke-72. Umpan silang dari Muhammad Ridwan berhasil disambar dengan tendangan kaki kiri oleh Gonzales. Bola pun meluncur mulus ke dalam gawang tim tamu.

Bambang memperbesar keunggulan tuan rumah pada menit ke-77. Menerima umpan terobosan dari Gonzales, Bambang berhasil lolos dari jebakan off-side dan menundukkan Shbair lewat tendangan menyusur tanah. Indonesia unggul 3-1.

Palestina sempat mengancam lewat kaki Sulaiman Obaid. Tendangan kerasnya memang mengarah ke gawang Indonesia, namun bola masih bisa diblok oleh Markus Horison.

Jelang pertandingan berakhir, Bambang mencetak gol keduanya. Menerima umpan pendek dari Gonzales, Bambang melesakkan bola dengan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti. Shbair yang sudah berupaya untuk memblok tak bisa berbuat banyak ketika bola menembus gawangnya untuk keempat kalinya. Gol ini pun menjadi gol terakhir yang tercipta dalam pertandingan




Dibawah lapangan terlihat Menpora Andi Mallarangeng bersama Ketua Umum PSSI Djohar Arifin dan Nael Mahmoud, Wakil Dubes Palestina di Indonesia Fariz N Mehdawi berbaju ungu disamping Menpora, saat menyaksikan laga persahabatan Timnas Indonesia lawan Palestina,hari Senin (22/8) malam, di Stadion Manahan Solo. (kompas/dw)

(Gunung Merapi, Jawa Tengah)



Depok, SSP SEBI - Untuk yang kesekian kalinya, rakyat Gaza, Palestina, telah menunjukkan rasa ukhuwah dan solidaritasnya kepada rakyat dan bangsa Indonesia yang terus dilanda bencana, khususnya bencana yang diakibatkan tsunami setinggi tiga meter yang menghantam Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), Senin malam, (25/10/10) dan meletusnya Gunung Merapi di pulau Jawa dan mengeluarkan Awan Panas pada Selasa, (26/10/10) sekitar pukul 17.00 sore dengan jarak luncuran sekitar 1,5 hingga 2 kilometer


Tahun 2006, saat terjadi Gempa di Yogyakarta dan Klaten, Jawa tengah, rakyat Gaza menyampaikan bantuan via KISPA (Komite Indonesia untuk Solodaritas Palestina), dan bantuan tersebut berjumlah Rp. 5.000.000; (Lima Juta Rupiah) diantar langsung oleh Ustadz. Ferry Nur ke lokasi pengungsian di Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta .

Begitu pula saat Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) di Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang, Sumatra Barat, gempa yang terjadi pukul 17.16 WIB di kedalaman 71 Km, berjarak 57 Km barat daya Pariaman, pengurus KISPA yang terdiri dari Andi Syaifuddin (Sekjen) dan Dasrial (Bendahara) menyampaikan secara langsung amanah rakyat Gaza, Palestina kepada korban gempa di Ulaan, Pariaman.

Walaupun rakyat Gaza, Palestina sedang dijajah dan blokade Israel dan sekutunya, rumah mereka hancur, hidup di kamp pengungsian, kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok dan obat-obatan, tetapi mereka masih memiliki iman dan rasa kepedulian yang yang tinggi terhadap rakyat Indonesia yang sedang dirundung musibah.


Ziad Said Mahmud asal Gaza, kordinator bantuan kemanusiaan internasional Palestina dan juga Direktur Al-Sarraa Foundation menjelaskan sumbangan untuk korban bencana di Indonesia merupakan hasil keputusan musyawarah antara ulama dan rakyat Palestina, baik yang ada di Jalur Gaza maupun di Suriah.

Lebih lanjut, Ziad menjelaskan, “Kami tahu, jumlah ini tidak seberapa dibandingkan kesusahan yang sedang dialami saudara-saudara kami di Mentawai dan Merapi. Tapi terimalah ini sebagai tanda cinta kami. Kita satu tubuh. Kalian sakit, kami ikut sakit, sebagaimana kalian merasa sakit ketika melihat kami sakit dan menderita karena dijajah Israel,”

Bantuan untuk korban Tsunami di Mentawai sebesar 2 ribu dolar disampaikan lewat Ustadz Ferry Nur, Ketua KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), sedangkan bantuan untuk korban letusan Gunung Merapi juga sebesar 2 ribu dolar disampaikan lewat Amirul Iman, Direktur Operasional Sahabat Al-Aqsha. (kispa/dw)


(Naskah Asli Proklamasi)


Depok, SSP SEBI - Genap sudah 66 tahun usia Negara Kesatuan Republik Indonesia. Meskipun di usianya yang lebih dari setengah abad ini pemerintah Indonesia belum benar-benar berhasil melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, belum benar-benar berhasil memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, tetap saja nikmat kemerdekaan ini harus kita syukuri.


Seperti kata Bung Hatta, salah satu bentuk rasa syukur adalah dengan ‘Jas Merah’—jangan sekali-kali melupakan sejarah! Karena sejarah dapat menjadi bahan pelajaran dan pertimbangan bagi pilihan sikap dan tindakan di masa kini atau di masa mendatang.

Berkaitan dengan sejarah kemerdekaan Indonesia, ada hal yang jarang sekali diungkap, yakni tentang negara mana saja yang pertama kali membantu dan memberikan pengakuan atas kemerdekaan Indonesia. Patut dicatat bahwa dukungan dan pengakuan kedaulatan Indonesia pertama kali adalah datang dari negara-negara muslim di Timur Tengah. Bukan dari negara-negara Barat


Dwitunggal Soekarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI secara de facto pada 17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (secara de jure) sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.

 

 Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein Hassan Lc.

Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada halaman 40, menjelaskan tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:


"... pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebarluaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan."



Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia" dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher.

Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia .."

Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Timur Tengah lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.

Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.

Dukungan Mengalir Setelah Itu

Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk "Panitia Pembela Indonesia". Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut.

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi-demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhada yang gugur dalam pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port Said.

Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih –tanda solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk "Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.

Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan:

"Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu kejuruan lain."

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab. "Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa."

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perjuangan kita. Apalagi saat ini mau dilihat dari sisi Agama ataupun Kemanusiaan, bangsa Palestina sedang menghadapi Pembantaian Masal oleh Israel, sudah selayaknyalah kita sebagai Umat Beragama dan juga Berprikemanusiaan untuk membantu bangsa yang sedang ditindas ini dan juga pernah membantu perjuangan bangsa kita dulu. Minimal lakukan dengan mendoakan keselamatan, kesabaran dan juga ketabahan bagi rakyat dan para pejuangnya.


Sebuah Renungan
Fakta sejarah ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa soliditas umat Islam adalah kekuatan dahsyat yang harus terus dipelihara. Oleh karena itu upaya-upaya untuk melakukan konsolidasi antara bangsa-bangsa muslim, menyangkut masalah politik, ekonomi, sosial, pertahanan keamanan, dan peradaban Islam secara umum harus terus diperjuangkan, sehingga rahmat Islam dapat menebar di seluruh penjuru bumi dan dirasakan oleh seluruh umat manusia.



Khusus bagi bangsa Indonesia fakta sejarah ini mengingatkan bahwa mereka ‘berutang budi’ pada Islam yang telah mengajarkan prinsip ukhuwah Islamiyah. Berkat semangat persatuan dan persaudaraan Islam inilah bangsa Indonesia dapat memperoleh dukungan kemerdekaan dari berbagai negara di dunia.

Oleh karena itu alangkah eloknya jika bangsa ini dapat meningkatkan penghargaannya pada ajaran Islam. Bahkan bersedia menegakkan nilai-nilai universalnya dalam masyarakat dan bangsa Indonesia. (suaraislam/dw)

- Copyright © 2013 SSP (free palestine) - fajarullah - Powered by Blogger - Designed by Djogan -