postingan baru
Tampilkan postingan dengan label Negara Palestina. Tampilkan semua postingan
Ismail Haniyah menganugerahkan penghargaan medali Al-Quds kepada Iqbal Mahmud As’ad yang masuk Guinness Book sebagai dokter termuda di dunia.
Seperti dilansir situs infopalestina.com, Biro PM menyatakan, Haniyah menelepon As’ad (20 tahun) dan menyampaikan selamat atas prestasi yang diraihnya, dan menganugerahkan penghargaan Medali Al-Quds kepadanya.
As’ad masuk kategori Guinness Book dua kali, yaitu tercatat sebagai mahasiswi termuda dan lulus sebagai dokter termuda di dunia.
Iqbal As’ad –pengungsi di Lebanon- masuk fakultas kedokteran di Universitas Weill Kronal, Qatar, sebelum genap berusia 13 tahun. Setelah mengikuti akselerasi sebelumnya, dia pun meraih gelar dokter termuda di dunia.
Presiden Lebanon Michel Suleiman memberi Award atas keberhasilan seorang mahasiswi asal Palestina, Iqbal Alas’ad, yang telah menjadi dokter terkecil di dunia. Alas’ad lulus dari Fakultas Kedokteran, pada usia dua puluh tahun.
Alas’ad yang mendapatkan gelar dokter di usia muda memang pelajar yang sejak dahulu selalu unggul dan istimewa dalam nilai pelajaran. Hal itu yang menjadikannya beberapa kali lompat kelas sehingga lulus ujian tingkat SMU ketika ia belum melewati usia dua belas tahun.
Menurut situs Palestenuna, Alas’ad akan melanjutkan studinya di Ohio Amerika pada bulan Juni mendatang. Ia akan menjadi bagian delegasi mahasiswi Lebanon yang akan mendalami spesialisasi kedokteran anak atas bea siswa dari Qatar.
Iqbal Alas’ad sendiri merupakan keturunan keluarga pengungsi Palestina yang tinggal di kamp pengungsian di Lebanon.
sumber: dakwatuna dan republika
![]() |
| Penduduk Palestina sedang Shalat Tarawih di Al Quds |
Yayasan al Aqsha mengatakan lebih dari 300 ribu warga Palestina berbondong-bondong memadati masjdi al aqsha untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar, pada malam ke-27 Ramadhan, sebagian besar mereka dari kota al Quds dan dari wilayah Palestina terjajah 1948, ditambah mereka yang berhasil sampai di al Aqsha dari warga Tepi Barat.
Yayasan al Aqsha menambahkan, sekitar 150 ribu warga berbuka puasa di masjid al Aqsha yang disediakan oleh Yayasan al Aqsha dan yayasan-yayasan lainnya dalam rangka memudahkan para jamaah yang berpuasa di masjid al Aqsha.
Sementara itu Yayasan Bayariq mengerahkan 200 bus dari seluruh desa dan kota di wilayah Palestina terjajah ke masjid al Aqsha melalui “Pawai Bayariq” yang disponsori oleh dinas wakaf Islam di al Quds.
Masjid al Aqsha nampak penuh dengan jamaah, terutama di bagian depan. Sementara aktivitas menuju masjid al Aqsha terus bergiat dari semua gerbang al Quds lama dan masjid al Aqsha. Puluhan ribu jamaah bertekad akan tetap bertahan di masjid al Aqsha beri’tikaf hingga akhir Ramadhan.
Di sisi lain, otoritas penjajah Zionis Israel terus memperketat prosedur keamanan di dalam kota al Quds dan di pos-pos militer di sekitarnya untuk mencegah orang-orang Palestina sampai ke masjid al Aqsha.
![]() |
| Bendera Hijau yang dibawa Para Jamaah Palestina di Al Quds |
Bendera tauhid berwarna hijau bertuliskan “Tidak Ada Tuhan Selain Allah dan Muhammad Utusan Allah”, memberikan secercah kebahagiaan di hati jemaah kaum muslimin dari Tepi Barat. Bendera Hamas berkibar di atas Masjidil Aqsha pada malam ke 27 Ramadhan. Gaza mulai hadir dengan kekuatan di Masjidil Aqsha lewat sejumlah seruan, pelajaran dan nasehat-nasehat.
Panji Hamas Berkibar
Jemaah shalat yang berasal dari Tepi Barat dan Palestina 48 menyaksikan bendera tauhid di atas gerbang utama Masjidil Aqsha. Kami berharap bendera tersebut juga bisa dilihat di Tepi Barat setelah selama 6 tahun dilarang berkibar.
Seiring shalat tarawih dimulai, penjajah Israel menerbangkan helikopter mengawasi jamaah shalat dan menutup paksa kota Al-Quds.
Lebih dari 300 ribu kaum muslimin menghidupkan malam lailatul qadar di Masjidil Aqsha, meski prosedur ketat yang diberlakukan Israel dan larangan bagi warga Tepi Barat yang berusia di bawah 40 tahun memasuki Al-Quds, hal ini menimbulkan bentrokan dengan pasukan Israel di perlintasan Qalandia.
Gaza Hadir Di Al-Aqsha
Malam lailatul qadar kali ini istimewa dengan doa untuk warga Gaza dan dicabutnya blokade. Ratusan ribu jemaah mengaminkan di belakang imam saat shalat witir, ketika berdoa supaya blokade Gaza dicabut.
Lewat sejumlah pelajaran dan nasehat di sejumlah penjuru masjid, umat tidak akan melupakan apa yang dialami Masjidil Aqsha dan blokade Gaza, mereka meminta segera hadir Sholahuddin generasi baru untuk membebaskan Al-Aqsha dari kezaliman penjajah Israel.
Dalam doa panjang yang dilantunkan imam juga diselipkan doa untuk para tawanan Palestina yang berada di penjara Israel, semoga mereka segera mendapatkan kebebasan dan mendapatkan hak-hak minimum untuk hidup layak baik di bulan Ramadhan maupun sesudahnya. (dw/asw/pusatinformasipalestina)
Depok, SSP SEBI - Hari Sabtu (11/08/2012) ribuan warga Yordania, menghadiri pemakaman Dr Umar Al Ashqar yang meninggal pada hari Jumat.
Dikutip Arabtoday, gerakan perlawanan Palestina (Hamas) telah mengumumkan kepergian Al Ashqar dalam sebuah pernyataan sikap yang mengatakan, "beliau adalah salah satu pendiri besar gerakan, salah seorang ulama yang paling menonjol dari Palestina dan bangsa Arab di era ini. Selain itu salah seorang ulama dan syeikh pendiri gerakan Hamas."
Dakwah, Jihad dan Penulisan
Seperti diketahui, Syeikh Ashgar wafat pada hari Jumat (10/08/2012) setelah berjuang melawan penyakit selama dua tahun.
Syeikh Al-Ashqar wafat di Amman, Yordania dalam usia 72 tahun, setelah banyak berkontribusi dan pengorbanan di bidang ilmu, amal, dakwah dan jihad.
Syeikh Al-Ashqar lahir di desa Barqah, Nablus, tumbuh di rumah ilmu, berhasil meraih S1 dari fakultas syariah Universitas Islam Madinah, kemudian melanjutkan S2 dan S3 di Universitas Al-Azhar Kairo.
Pernah tinggal di Kuwait sampai tahun 1990, kemudian keluar menuju Yordania dan menjadi dosen di fakultas syariah Universitas Yordania. Setelah itu menjadi dekan fakultas syariah di Universitas Az-Zarqa, selain tetap sibuk dalam dakwah, penelitian dan penulisan, sejumlah buku. Penelitiannya dirangkum dalam masalah aqidah, siroh, dakwah, informasi dan beragam persoalan keagamaan.
Dalam keterangan yang dirilis Biro Media Hamas menyebutkan, gerakan itu sangat berduka atas wafatnya salah seorang ulama Islam, tokoh Palestina dan tokoh Arab di jaman ini.
Hamas juga mengatakan al-Ashqar meninggal setelah kehidupannya telah diberikan secara penuh untuk memberi, berkorban, dan menyerukan kepada Allah serta didedikasikan untuk membela rakyat Palestina.* (hidayatullah/pd)
Gaza – PIP: Dengan penuh suka cita, Lembaga Sosial As-Salamah kemarin sore Kamis (21/6) menggelar pesta nikah massal ke-2 bagi korban luka di Jalur Gaza dengan tajuk “kemenangan tekad” dengan diikuti oleh 50 korban luka dari pejuang Intifadah. Ketua lembaga, Muhammad Muqadimah menilai penyelenggaraan resepsi pernikahan “kemenangan tekad” bagi 50 korban luka adalah kemenangan besar bangsa Palestina menghadapi alat perang Israel yang membunuh dan menghancurkan di Jalur Gaza serta memblokade.
Ia mengisyaratkan, lembaga memutuskan untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan massal ini setiap tahun setelah menerima janji dan sambutan dari pihak-pihak yang mendukung. Ia mengisyaratkan, para mempelai mendapatkan bantuan berupa mahar, perkakas rumah yang dibutuhkan.
Ia menyebutkan pemilihan mereka yang mendapatkan bantuan sesuai dengan standar bahwa pengantin harus menderita cacat, ekonominya tidak mampu, dan tidak mampu menikah.
Pesta pernikahan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah Palestina diselingin dengan sejumlah pementasan seni dan nasyid. Para pengantin lelaki duduk di atas kursi roda di atas panggung pernikahan dengan mengenakan kopiah khusus dan di pundak mereka.
Salah seorang mempelai pengantin, Usamah Raihan (24) dari warga kamp pengungsi Jabaliah menegaskan bahwa dirinya bahagia dalam pesta nikah ini dan memberikan harapan setelah tiga tahun mengalami cacat akibat serangan Israel.
Ia menambahkan, penyelenggaraan nikah massal ini merupakan kesempatan baik dalam membentuk rumah tangga bahagia dan menemukan pendamping hidup yang membantunya menjalani kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak-pihak yang mendukung pernikahan massal ini dan menyerukan agar terus melakukan dukungan dan kepedulian kepada korban luka dan cacat di kalangan warga Palestina akibat serangan Israel. (bsyr) sumber : www.infopalestina.com
| Logo Hamas |
Depok, SSP SEBI - Hamas adalah akronim dari Harakat al-Muqawwamatul al-Islamiyah atau Islamic Resistance Movement atau Gerakan Perlawanan Islam, berdiri secara formal pada 14 Desember 1987. Hamas didirikan oleh antara lain Syeikh Ahmad Yasin (seorang guru kelahiran 1 Januari 1929), Abdul Aziz al Rantissi (dokter spesialis anak) dan Mohammad Toha . Pada awalnya Hamas merupakan ormas yang bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan akan tetapi semenjak Desember 1987 Hamas berubah menjadi organisasi yang bersenjata. Sebagian referensi mengatakan bahwa kelahiran Hamas dibidani oleh Syeikh Ahmad Yassin dan tujuh orang berpendidikan tinggi: Abdul Aziz al-Rantissi (dokter spesialis anak), Abdul Fatah Dukhan dan Muhammad Shamaa (keduanya guru), Isa Nashar dan Abu Marzuq(insinyur mesin), Syekh Salah Silada (dosen), dan Ibrahim al-Yazuri (farmakolog). Hamas merupakan kepanjangan tangan dari Ikhwanul Muslimin (Moslem Brotherhood) yang berada di Mesir.
Ikhwanul Muslimin bagi sebagian orang awam dipandang sebagai gerakan Islam yang radikal dan menentang pemerintahan. Perlu diketahui bahwa pemerintahan Mesir telah berada di bawah kekuasaan dan pengaruh para orientalis barat, pemerintahan Mesir jauh lebih liberal dari yang pernah diketahui oleh orang awam dan banyak memberikan keuntungan untuk pemerintahan Amerika yang saat ini berusaha memerangi Islam. Ikhwanul Muslimin didirikan oleh Hasan Al-Banna pada tahun 1928.
Tujuan pendirian Hamas dicantumkan di aktanya: "mengibarkan panji-panji Allah di setiap inci bumi Palestina". Dengan kata lain: melenyapkan bangsa Israel dari Palestina dan menggantinya dengan negara Islam. Hamas memiliki sayap militer bernama Izzuddin Al-Qosam yang merupakan tentara rindu syahid, kekuatan militer inilah yang menjadi ganjalan Israel untuk menguasai tanah-tanah Palestina. Izzuddin Al-Qossam merupakan salah satu tentara perlawanan yang gigih berjuang disamping Hizbullah di Lebanon.
Tujuan didirikan Hamas sendiri adalah “Mengibarkan panji-panji Allah di setiap inci Bumi Palestina”.Pada awalnya, Hamas dipimpin oleh Syeikh Ahmad Yasin, akan tetapi setelah Syeikh Ahmad Yasin meninggal dunia kepamimpinan dipegang oleh Abdul Aziz al-Rantissi, beliau adalah seorang Dokter spesialis anak.Pada tanggal 17 April 2004 beliau dibunuh oleh Israel.Sedangkan Muhammad Toha pada tahun 2003 dia ditangkap pihak serdadu Israel dan dipenjarakan selama 14 bulan tanpa diadili.Pada 5 Mei 2004, beliau dibebaskan.
Hamas berdiri merupakan bentuk respon dari ketidakpuasan atas pemerintahan Fatah yang dinilai terlalu lembek dalam menghadapi Zionis Israel. Hamas dipublikasikan bertepatan dengan momentum kebangkitan Intifadah 1 yang bergolak di sepanjang Jalur Gaza. Apabila anak-anak di Palestina melawan Tentara Israel dengan menggunakan batu, maka Hamas sudah menggunakan senjata militer. Salah satu senjata yang paling ditakuti Israel adalah serangan bom bunuh diri.
Dalam perkembangannya, Hamas mulai menunjukkan sepak terjangnya dengan masuk dalam arena politik praktis yaitu dengan mengikuti pemilu legislatif. Hasilnya dari 134 kursi yang tersedia Hamas memperoleh 74 suara, Fatah 45 suara dan sisa kursi untuk partai kecil lainnya.Dengan kemenangan tersebut, Hamas memulai kancah kepemimpinannya di Palestina dengan Ismail Haniya sebagai perdana menteri. Akan tetapi, kemenangan Hamas tersebut tidak diakui oleh Israel dan Amerika Serikat, bahkan oleh lawan politik dalam negerinya sendiri yaitu Fatah.
| Logo Brigade Izzudin Al Qasam |
Fatah pun tidak mau untuk bergabung dalam kabinet Hamas, akibatnya adalah dalam internal Palestina sendiri masih sering terjadi konflik dan ketegangan antara kelompok Hamas dan Fatah.Puncak dari ketegangan antara Fatah dan Hamas terjadi pada 14 Juni 2007 ketika Haniya dipecat oleh Presiden Mahmoud Abbas dan diganti oleh Salam Fayyad. Akan tetapi, Ismail Haniya mendapatka mandat dari rakyat sehingga masih tetap menjabat sebagai perdana menteri dengan daerah kekuasaan di Gaza, sedangkan daerah tepi barat masih tetap dikuasai oleh Fatah yang didukung oleh Amerika Serikat dan Israel. Sejak saat itu Gaza diblokade dan diembargo habis-habisan oleh Israel sampai saat ini.
Tekanan demi tekanan terus menghantam perjuangan Hamas akan tetapi justru dari tekanan tersebut yang menjadi sebuah tenaga dahsyat bagi seluruh rakyat Palestina. Hamas sudah menjadi sebuah urat nadi dan telah mendarah daging bagi rakyat Palestina dan menjadi ruh pergerakan di seluruh penjuru muka bumi. Kemenangan Hamas pada kancah politik di Palestina bukan hanye menandai babak baru dalam konfllik penjajahan Israel di Palestina akan tetapi juga merupakan awal kebangkitan pergerakan Islam dalam kancah perpolitikan di Timur Tengah. Hamas lahir dan tumbuh di sebuah negeri yang begulat melawan penjajah, baik dengan perlawanan senjata atau dengan jalur diplomasi di atas meja perundingan.Dalam penilaian aktif, Hamas cukup professional dalam mengelola pergerakan. Faksi Fatah dan otoritas Palestina pun mengakui Hamas sebagai jaringan pergerakan yang rapid dan terkoordinasi.

Kekuatan Hamas lainnya dimotori oleh kekuatan generasi mudanya sehingga gerakan ini mulai merambah masuk ke masjid2, kampus dan banyak sektor2 lainnya. Dalam gerakan ini Hamas dicitrakan dengan perilaku para kativisnya yang bebas dari korupsi dan sangat menunjukkan kesungguhannya dalam membela Palestina. Kemenangan Hamas ini juga wajib dijadikan inspirasi bagi gerakan-gerakan Islam lain agar tidak malu2 untuk menyerukan Islam, baik dalam kancah perpolitikan, ekonomi, social dan budaya. Selain itu kemanangan Hamas akan memacu gerakan dakwah yang ada untuk berjuang lebih baiklagi dalam membela agama Allah. Kemenangan Hamas semestinya menjadi pemicu agar gerakan Islam lainnya tidak pesimis dalam berjuang.
Ada 2 sisi alasan kemenangan Hamas tersebut, yaitu Meningkatnya Kualitas HabluminAllah dan kualitas Habluminannas. Dalam HabluminAllah,..Pemimpin Hamas mampu memberikan keteladanan yang sangat baik tidak hanya pada Rakyat Palestina saja tetapi juga pada Umat Muslim dimanapun mereka berada.Mereka selalu sholat Shubuh berjamaah, hamper seluruh anggotanya hafizh Qur’an, dll. Sedangkan dalam Habluminannas, mereka sangat peduli terhadap rakyat, terutama anak-anak yatim dan para Janda.
Kemenangan Hamas memberikan inspirasi berharga bagi seluruh aktivis Islam di penjuru dunia.Artinya adalah segala lini jalur2 perjuangan bias dimanfaatkan untuk menjaga eksistensi kaum muslimin dan Islam itu sendiri di tengah masyarakat dunia.
Apabila selama ini Hamas dikenal berjuang melalui perlawanan bersenjata, namun setelah kemenangannya di Pemilu Hamas melanjutkan perjuangannya lewat jalur politik, disini ada sebuah kombinasi yang menarik. Kemenangan Hamas ini seharusnya mampu membuat kita berpikir jernih lagi dan membuka wawasan yang lebih luas lagi bahwa sarana apapun bisa kita manfaatkan untuk perjuangan dakwah ini asalkan sarana tersebut bukan menjadi tujuan dari sebuah perjuangan. Tujuan yang sebenarnya adalah berjuang untuk meninggikan kalimat2 Allah dan mengobarkan panji-panji Islam di setiap jengkal dunia ini…Allahu Akbar!!! (ssp/medikom/dw)
Depok, SSP SEBI - Jalur Gaza atau sering disebut dengan Gaza adalah nama wilayah yang terletak di Timur Tengah, tepatnya di Palestina, sebelah barat daya Palestina ’48 (wilayah Palestina sebelum perang tahun 1948). Sebelah selatan berbatasan dengan Mesir, sebelah barat, timur dan utara berbatasan dengan wilayah Palestina ’48.
Gaza merupakan wilayah yang bentuknya memanjang dan sempit. Panjang wilayahnya 45 km, lebar 5,7 km di beberapa bagian dan 12 km di bagian yang lain yaitu berbatasan dengan Mesir. Sehingga jika dijumlah, luas Jalur Gaza adalah 365 km persegi.
Bagi Kaum muslimin, Gaza merupakan negeri yang bersejarah, negeri perjuangan dan negeri syuhada’, karena banyaknya rakyat Gaza yang syahid di jalan Allah, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga nenek-nenek dan kakek-kakek yang dibunuh tentara Zionis Iarael.
Gaza akan selalu diingat dan dikenang khususnya bagi mereka yang mencintai keluarga Rasulullah saw, bagi mereka yang menjadi pengikut mazhab Imam Syafi’i, bagi mereka yang berjuang dan melanjutkan perjuangan Imam Hasan Al Banna dengan gerakannya yang terkenal, Al Ikhwan Al Muslimin.
Datuk Rasulullah saw, Muhammad bin Abdillah, wafat dan dikubur di Gaza. Datuk Rasulullah saw namanya adalah Hasyim bin Abdu Manaf. Beliau adalah orang tua dari kakek Rasulullah saw, Abdul Muththalib yang terkenal dengan sebutan Syaibah karena ada segumpal rambut putih di kepalanya.
Imam Syafi’i, murid Imam Malik, pendiri mazhab Syafi’i, lahir pada bulan Rajab tahun 150 H (767 M) di Gaza, hari kelahiran Imam Syafi’i bertepatan dengan hari wafatnya Imam Abu Hanifah di Baghdad dan wafatnya Imam Ibnu Juraij Al Makky, seorang alim besar di kota Makkah, dikenal dengan Imam Ahli Hijaz.
Imam Syafi’i, nama lengkapnya Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’i bin Saib bin Ubaid bin Abu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muththalib bin Abdu Manaf bin Qushaiy. Silsilah dari jalur ibunya, Fathimah binti Abdullah bin Al Hasan bin Husain bin Ali bin Abi Thalib (paman Nabi saw).
Gaza adalah tempat yang pernah dikunjungi oleh Mursyid ‘Am Al Ikhwan Al Muslimin, Imam Hasan Al Banna, didampingi Ustadz. Abdah Qasim, Sa’duddin Al Walili dan Syekh Muhammad Farghali, Jum’at, 1948.
Imam Hasan Al Banna datang langsung ke kota Gaza, Palestina ditengah kesibukannya dalam berdakwah, untuk memberikan semangat kepada pasukan Al Ikhwan Al Muslimin yang berjihad di Palestina dan memberikan dukungan serta bantuan nyata kepada rakyat Palestina yang sedang berjuang melawan penjajah.
Ketika berada di kantor cabang Ikhwan, di kota Gaza Hasyim, Palestina, Imam Hasan Al Banna menulis kalimat singkat dibuku tamu yang tersedia. Kalimat tersebut tertulis dengan jelas: Hari ini, aku mengunjungi Kantor Cabang Ikhwan di kota Gaza Hasyim. Aku mempertanyakan asal-usul nama ini, Gaza Hasyim. Seseorang berkata kepadaku bahwa Hasyim adalah kakek Rasulullah saw yang kuburannya terdapat di kota Gaza.

Gaza Kini
Bagi umat Islam yang mengikuti mazhab imam Syafi’i, seharusnya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Gaza, kota kelahiran Iman Syafi’i, yang saat ini penduduknya sedang disiksa secara masal oleh Zionis Israel dengan cara blokade.
Akibat blokade yang diterapkan penjajah Zionis Israel terhadap rakyat Gaza, maka kebutuhan pokok berupa makanan, susu untuk bayi, obat-obatan dan BBM (Bahan Bakar Minyak) tidak dapat masuk Gaza.
Berbagai obat-obatan yang dibutuhkan rakyat sudah menipis dan sebagian sudah habis. Jenis obat yang habis tersebut diperkirakan berjumlah 160 jenis. Sekitar 90 alat kedokteran sudah tidak dapat dipakai lagi karena tidak ada suku cadang yang dapat digunakan untuk memperbaikinya
Apabila “kejahatan kemanusiaan” ini dibiarkan terus, tanpa ada yang mau dan mampu mencegahnya, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi kemanusian di abad modern.

Sekarang di Gaza, Palestina, negeri tempat dikuburnya datuk Rasulullah saw, Hasyim bin Abdu Manaf, tempat lahirnya Imam Syafi’i, tempat yang pernah dikunjungi Imam Hasan Al Banna, penduduknya sedang menderita, gelap gulita setiap hari karena pasokan BBM untuk listrik dihentikan Zionis Israel, anak-anak hidupnya tercekam, ketakutan, kebutuhan pokok makin menipis, makanan sulit didapat, penderitaan tersebut akibat blokade yang dilakukan penjajah Zionis Israel.
Disamping itu, dengan adanya tembok pemisah yang tingginya 8 m dan dalamnya 6 m dari permukaan tanah, tembok pemisah dikenal dengan nama “tembok rasialis” atau “tembok apharteid”, praktis penjajah Zionis Israel telah memenjarakan dan mengurung penduduk Gaza yang berjumlah sekitar 1,5 juta orang di kawasan yang luasnya 365 km persegi.
Sungguh sangat menyedihkan, sangat memilukan, betapa tidak? Umat Islam yang berjumlah sekitar 1,3 milyar tidak mampu menghentikan kebiadaban dan kezaliman yang dilakukan penjajah Zionis Israel di Gaza, Palestina.
Kezaliman yang dilakukan penjajah zionis Israel sampai kini masih terus berlanjut, bahkan mereka juga melakukan politik adu domba, politik devide et impera diantara rakyat Palestina.
Apakah kita membiarkan saja rakyat Palestina ditindas, dijajah, dizalimi Zionis Israel? Lantas dimana ukhuwah kita? Dimana solidaritas kita? Dimana keimanan kita?
Rasulullah saw pernah bersabda:
Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas ra).
Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di hari kiamat. Allah selalu menolong hamba selama dia menolong saudaranya. (HR. Muslim).
Sekarang, marilah kita buat sejarah yang baik, sejarah yang akan bermanfaat untuk kita dan anak cucu dikemudian hari, sejarah yang dapat menghibur dan menyenangkan hati saudara-saudara kita di Gaza khususnya dan Palestina umumnya.

Caranya?
Bantu mereka dengan doa! Dengan dana! Dengan tulisan dan lisan! Tunjukkan rasa empati dan peduli terhadap perjuangannya! Jangan membeli makanan dan minuman serta produk lainnya yang keuntungannya diberikan untuk Zionis Israel.
Jika tidak mau membantu, jangan buat mereka sakit hati dengan prilaku borju, hedonis, materialis yang dipertontonkan secara vulgar tanpa ada perasaan malu.
Gaza merupakan wilayah yang bentuknya memanjang dan sempit. Panjang wilayahnya 45 km, lebar 5,7 km di beberapa bagian dan 12 km di bagian yang lain yaitu berbatasan dengan Mesir. Sehingga jika dijumlah, luas Jalur Gaza adalah 365 km persegi.
Bagi Kaum muslimin, Gaza merupakan negeri yang bersejarah, negeri perjuangan dan negeri syuhada’, karena banyaknya rakyat Gaza yang syahid di jalan Allah, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, hingga nenek-nenek dan kakek-kakek yang dibunuh tentara Zionis Iarael.
Gaza akan selalu diingat dan dikenang khususnya bagi mereka yang mencintai keluarga Rasulullah saw, bagi mereka yang menjadi pengikut mazhab Imam Syafi’i, bagi mereka yang berjuang dan melanjutkan perjuangan Imam Hasan Al Banna dengan gerakannya yang terkenal, Al Ikhwan Al Muslimin.
Datuk Rasulullah saw, Muhammad bin Abdillah, wafat dan dikubur di Gaza. Datuk Rasulullah saw namanya adalah Hasyim bin Abdu Manaf. Beliau adalah orang tua dari kakek Rasulullah saw, Abdul Muththalib yang terkenal dengan sebutan Syaibah karena ada segumpal rambut putih di kepalanya.
Imam Syafi’i, murid Imam Malik, pendiri mazhab Syafi’i, lahir pada bulan Rajab tahun 150 H (767 M) di Gaza, hari kelahiran Imam Syafi’i bertepatan dengan hari wafatnya Imam Abu Hanifah di Baghdad dan wafatnya Imam Ibnu Juraij Al Makky, seorang alim besar di kota Makkah, dikenal dengan Imam Ahli Hijaz.
Imam Syafi’i, nama lengkapnya Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’i bin Saib bin Ubaid bin Abu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muththalib bin Abdu Manaf bin Qushaiy. Silsilah dari jalur ibunya, Fathimah binti Abdullah bin Al Hasan bin Husain bin Ali bin Abi Thalib (paman Nabi saw).
Gaza adalah tempat yang pernah dikunjungi oleh Mursyid ‘Am Al Ikhwan Al Muslimin, Imam Hasan Al Banna, didampingi Ustadz. Abdah Qasim, Sa’duddin Al Walili dan Syekh Muhammad Farghali, Jum’at, 1948.
Imam Hasan Al Banna datang langsung ke kota Gaza, Palestina ditengah kesibukannya dalam berdakwah, untuk memberikan semangat kepada pasukan Al Ikhwan Al Muslimin yang berjihad di Palestina dan memberikan dukungan serta bantuan nyata kepada rakyat Palestina yang sedang berjuang melawan penjajah.
Ketika berada di kantor cabang Ikhwan, di kota Gaza Hasyim, Palestina, Imam Hasan Al Banna menulis kalimat singkat dibuku tamu yang tersedia. Kalimat tersebut tertulis dengan jelas: Hari ini, aku mengunjungi Kantor Cabang Ikhwan di kota Gaza Hasyim. Aku mempertanyakan asal-usul nama ini, Gaza Hasyim. Seseorang berkata kepadaku bahwa Hasyim adalah kakek Rasulullah saw yang kuburannya terdapat di kota Gaza.
Gaza Kini
Bagi umat Islam yang mengikuti mazhab imam Syafi’i, seharusnya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Gaza, kota kelahiran Iman Syafi’i, yang saat ini penduduknya sedang disiksa secara masal oleh Zionis Israel dengan cara blokade.
Akibat blokade yang diterapkan penjajah Zionis Israel terhadap rakyat Gaza, maka kebutuhan pokok berupa makanan, susu untuk bayi, obat-obatan dan BBM (Bahan Bakar Minyak) tidak dapat masuk Gaza.
Berbagai obat-obatan yang dibutuhkan rakyat sudah menipis dan sebagian sudah habis. Jenis obat yang habis tersebut diperkirakan berjumlah 160 jenis. Sekitar 90 alat kedokteran sudah tidak dapat dipakai lagi karena tidak ada suku cadang yang dapat digunakan untuk memperbaikinya
Apabila “kejahatan kemanusiaan” ini dibiarkan terus, tanpa ada yang mau dan mampu mencegahnya, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi tragedi kemanusian di abad modern.
Sekarang di Gaza, Palestina, negeri tempat dikuburnya datuk Rasulullah saw, Hasyim bin Abdu Manaf, tempat lahirnya Imam Syafi’i, tempat yang pernah dikunjungi Imam Hasan Al Banna, penduduknya sedang menderita, gelap gulita setiap hari karena pasokan BBM untuk listrik dihentikan Zionis Israel, anak-anak hidupnya tercekam, ketakutan, kebutuhan pokok makin menipis, makanan sulit didapat, penderitaan tersebut akibat blokade yang dilakukan penjajah Zionis Israel.
Disamping itu, dengan adanya tembok pemisah yang tingginya 8 m dan dalamnya 6 m dari permukaan tanah, tembok pemisah dikenal dengan nama “tembok rasialis” atau “tembok apharteid”, praktis penjajah Zionis Israel telah memenjarakan dan mengurung penduduk Gaza yang berjumlah sekitar 1,5 juta orang di kawasan yang luasnya 365 km persegi.
Sungguh sangat menyedihkan, sangat memilukan, betapa tidak? Umat Islam yang berjumlah sekitar 1,3 milyar tidak mampu menghentikan kebiadaban dan kezaliman yang dilakukan penjajah Zionis Israel di Gaza, Palestina.
Kezaliman yang dilakukan penjajah zionis Israel sampai kini masih terus berlanjut, bahkan mereka juga melakukan politik adu domba, politik devide et impera diantara rakyat Palestina.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ﴿١٠﴾
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. (QS:Al Hujuraat: 49 :10).Apakah kita membiarkan saja rakyat Palestina ditindas, dijajah, dizalimi Zionis Israel? Lantas dimana ukhuwah kita? Dimana solidaritas kita? Dimana keimanan kita?
Rasulullah saw pernah bersabda:
Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari dan Muslim dari Anas ra).
Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di hari kiamat. Allah selalu menolong hamba selama dia menolong saudaranya. (HR. Muslim).
Sekarang, marilah kita buat sejarah yang baik, sejarah yang akan bermanfaat untuk kita dan anak cucu dikemudian hari, sejarah yang dapat menghibur dan menyenangkan hati saudara-saudara kita di Gaza khususnya dan Palestina umumnya.
Caranya?
Bantu mereka dengan doa! Dengan dana! Dengan tulisan dan lisan! Tunjukkan rasa empati dan peduli terhadap perjuangannya! Jangan membeli makanan dan minuman serta produk lainnya yang keuntungannya diberikan untuk Zionis Israel.
Jika tidak mau membantu, jangan buat mereka sakit hati dengan prilaku borju, hedonis, materialis yang dipertontonkan secara vulgar tanpa ada perasaan malu.
Navigation



