Posted by : Unknown
Minggu, 23 Oktober 2011
Depok, SSP SEBI - Tentara Israel, Gilad Shalit menegaskan bahwa Hamas memperlakukannya dengan baik selama lima tahun penawanan. Saat wawancara dengan TV Mesir, Shalit menyatakan, “Saya dalam keadaan sehat, saya Gilad Shalit, Hamas memperlakukanku dengan baik selama dalam tawanan.”
Kondisi Gilad Shalit mungkin lebih baik dibandingkan kondisi warga Palestina yang menjadi tawanan Israel. Meski menjadi tawanan, Shalit masih dibolehkan menyaksikan pertandingan Piala Dunia lewat saluran televisi Al-Aqsa, stasiun televisi pro-Hamas.
Situs berita Ar-Risalah menurunkan berita tersebut yang oleh media Israel, Haaretzditulis sebagai bentuk propaganda media pro-Hamas. Dalam laporan yang ditulis Ar-Risalah, disebutkan bahwa Gilad Shalit yang kini masih ditawan di Jalur Gaza diberi kesempatan menyaksikan pertandingan-pertandingan Piala Dunia untuk sekedar melupakan rasa putus asanya setelah pemerintah Israel memutuskan untuk menunda negosiasi langsung soal pertukaran tawanan dengan Hamas. Shalit mencela pemerintah Israel yang terlambat membebaskannya sampai selama ini.
Shalit menyatakan, “Saya dalam kondisi baik dan sehat, saya senang bertemu dengan Anda semua yang telah bekerja membebaskanku, saya berterimakasih untuk itu.”
Shalit menyebutkan bahwa ia mendengar kabar pembebasannya sepekan lalu (hari penandatanganan pertukaran tawanan), menurutnya ia tidak mampu menggambarkan perasaannya saat itu. Ia menyatakan, “Sangat ironis pemerintah negeriku terlambat membebaskanku sampai selama ini.”
Ia berpendapat, kesuksesan Mesir mensponsori pertukaran ini setelah sebelumnya mengalami kegagalan berkaitan dengan hubungan baik Mesir dengan Hamas dan Israel. Shalit menyebutkan akan menceritakan pengalamannya kepada rekan-rekannya selama lima tahun terakhir.
Terkait rencana persiapan aksi mendorong pembebasan lima ribu tawanan Palestina yang masih mendekam di penjara Israel, Shalit menyatakan, “Saya senang jika tawanan Palestina seluruhnya mendapatkan kebebasan, supaya mereka bisa kembali kepada keluarga dan tanah air mereka.” (firmadani/dw)
Kondisi Gilad Shalit mungkin lebih baik dibandingkan kondisi warga Palestina yang menjadi tawanan Israel. Meski menjadi tawanan, Shalit masih dibolehkan menyaksikan pertandingan Piala Dunia lewat saluran televisi Al-Aqsa, stasiun televisi pro-Hamas.
Situs berita Ar-Risalah menurunkan berita tersebut yang oleh media Israel, Haaretzditulis sebagai bentuk propaganda media pro-Hamas. Dalam laporan yang ditulis Ar-Risalah, disebutkan bahwa Gilad Shalit yang kini masih ditawan di Jalur Gaza diberi kesempatan menyaksikan pertandingan-pertandingan Piala Dunia untuk sekedar melupakan rasa putus asanya setelah pemerintah Israel memutuskan untuk menunda negosiasi langsung soal pertukaran tawanan dengan Hamas. Shalit mencela pemerintah Israel yang terlambat membebaskannya sampai selama ini.
Shalit menyatakan, “Saya dalam kondisi baik dan sehat, saya senang bertemu dengan Anda semua yang telah bekerja membebaskanku, saya berterimakasih untuk itu.”
Shalit menyebutkan bahwa ia mendengar kabar pembebasannya sepekan lalu (hari penandatanganan pertukaran tawanan), menurutnya ia tidak mampu menggambarkan perasaannya saat itu. Ia menyatakan, “Sangat ironis pemerintah negeriku terlambat membebaskanku sampai selama ini.”
Ia berpendapat, kesuksesan Mesir mensponsori pertukaran ini setelah sebelumnya mengalami kegagalan berkaitan dengan hubungan baik Mesir dengan Hamas dan Israel. Shalit menyebutkan akan menceritakan pengalamannya kepada rekan-rekannya selama lima tahun terakhir.
Terkait rencana persiapan aksi mendorong pembebasan lima ribu tawanan Palestina yang masih mendekam di penjara Israel, Shalit menyatakan, “Saya senang jika tawanan Palestina seluruhnya mendapatkan kebebasan, supaya mereka bisa kembali kepada keluarga dan tanah air mereka.” (firmadani/dw)