Posted by : Unknown
Rabu, 30 November 2011
Depok, SSP SEBI - Pemerintah Haniyah menyerukan Organisasi PBB untuk Pendirikan, Ilmu Pengetahuan dan Budaya “UNESCO” agar mengambil peran nyata dalam melindungi tempat-tempat suci dan peninggalan Palestina yang mengalami ancaman perusakan dan penghancuran oleh tangan-tangan para pemukim pendatang Zionis Israel di depan mata dan telinga pemerintah Israel di kota al Quds.
Jurubicara Departemen Pendidikan Palestina, Mustafa Shawaf, mengatakan bahwa UNESCO hari ini dituntut lebih besar dari sebelumnya untuk melakukan tanggung jawabnya khususnya setelah menerima Palestina sebagai anggota di organisasi tersebut, terlebih di tengah eskalasi serangan yang dilakukan pasukan Zionis Israel dan para pemukim pendatang Yahudi terhadap makam Islam bersejarah di al Quds, Ma’manillah. Hal ini merupakan serangan secara terang-terangan terhadap tempat-tempat suci Islam yang sudah bersuaia lebih dari 1400 tahun dan di dalamnya ada ratusan makam para shahabat Nabi, para tabiin dan syuhada.
Shawaf menambahkan, “Serangan terakhir yang dilakukan para pemukim pendatang Zionis terhadap makam Ma’manillah, perusakan nisan dan aksi penggalian beberapa makam, adalah dalam kerangka kampanye sistematis yang dilakukan otoritas Palestina dengan melakukan pembagian peran antara pemerintah kota Israel di al Quds, torotitas arkeologi Israel dan geng-geng pemukim Zionis.”
Shawaf meminta UNESCO bergerak di forum-forum internasional untuk melindunngi peninggalan dan tempat-tempat suci Islam dan Palestina, mengajukan penjajah Israel ke pengadilan, serta menghentikan tindakan-tindakan tidak bermoral dan bertentangan dengan etika, hukum internasional dan bertentangan dengan nilai dan aturan agama dan etika kemanusiaan yang dilakukan penjajah Zionis Israel. (voaislam/dw)