paling populer

posting populer

Posted by : Unknown Senin, 21 November 2011





Depok, SSP SEBI - Perdana Menteri Palestina Ismail Haneya mengatakan, pengakuan negara Palestina di PBB tidak melulu lewat konsesi. Namun, Hamas tak akan pernah berdampingan dengan Fatah, selama Presiden Mahmoud Abbas tak membuat konsesi.

Menurut Haneya, buat Hamas, konsesi itu termasuk pengakuan Israel dan pemberian tempat bersejarah di Palestina. Dia menilai, prakarsa Abbas mengupayakan keanggotaan negara Palestina di PBB adalah manuver politik yang tak mencerminkan keinginan rakyat Palestina.

"Langkah itu juga berlawanan dengan Resolusi PBB," terang Haneya dalam pertemuan anggota parlemen Hamas di Dewan Legislatif Palestina, baru-baru ini.

Haneya menegaskan, Hamas menentang pendekatan PBB karena ingin melindungi hak-hak Palestina. Menurut dia, selama ini Israel dan Amerika Serikat hanya berusaha mendapatkan lebih banyak konsesi dari para perunding Palestina.

Haneya meminta, Abbas memulai dialog nasional guna melindungi kesepakatan rekonsiliasi yang ditandatangani kedua pihak, Mei lalu. Kesepakatan itu bertujuan untuk memulihkan kesatuan politik terhadap Gaza dan Tepi Barat, yang terputus ketika Hamas mengambil alih Gaza dengan kekerasan, 2007 silam.

Palestina akan mengajukan permintaan kepada Dewan Keamanan PBB, Jumat (23/9) bagi keberadaan negaranya dan keanggotaan penuh di PBB dalam sidang Majelis Umum ke-66 (tvnews/dw)

Leave a Reply

Bangun Opini untuk kemerdekaan Palestine

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 SSP (free palestine) - fajarullah - Powered by Blogger - Designed by Djogan -