paling populer

posting populer

Posted by : Unknown Jumat, 25 Maret 2011




Depok, SSP SEBI - Israel kembali melakukan serangan udara yang mencederai sedikitnya 19 orang di Jalur Gaza, Senin (21/3). Insiden itu sekaligus menunjukkan peningkatan ketegangan antara Israel dan kelompok Hamas yang menguasai Jalur Gaza. Israel juga telah menembak mati dua warga Palestina lainnya di Jalur Gaza dalam sebuah insiden lainnya yang terpisah.

Israel mengklaim serangan udara mematikan itu ditujukan kepada sejumlah sasaran kelompok militer diwilayah utara Jalur Gaza. Termasuk terowongan bawah tanah yang digunakan untuk menyelundupkan senjata ke Gaza. Menurut petugas medis Hamas, insiden penyerangan Israel itu telah meminta korban 4 orang dewasa, 7 anak, dan 2 wanita. Saksi mata menyebutkan, beberapa pesawat Israel menembakkan rudal setelah terjadi tiga ledakan di wilayah Israel. Negara Zionis itu sempat membalas serangan dari Gaza dengan mortir yang bertujuan melumpuhkan tempat latihan militer kelompok Hamas di utara Gaza serta sebuah target lain nya di selatan Gaza.

Brigade Izzudin Alqassam, sayap militer Hamas, menyatakan pihaknya akan menghentikan penyerangan, bila Israel menghentikan penyerangan terhadap Jalur Gaza. Penyerangan roket ke wilayah Israel, sabtu kemarin, merupakan jawaban atas serangan Israel pekan lalu yang menewaskan sedikitnya dua anggota Hamas.“Bila Israel menghentikan penyerangan terhadap warga di Gaza, kami akan menerapkan kesepakatan nasional Palestina,” kata kelompok Hamas seperti dikutip Aljazirah. Juru bicara Hamas, Taheral-Nunu, menyebutkan pemerintahan di Gaza berkomitmen mempertahankan gencatan senjata yang didukung kelompok lain. “Ada konsensus yang harus dipatuhi terkait kondisi keamanan di Jalur Gaza,” katanya.

Sejumlah analis Palestina menyebutkan, meningkatnya aksi kekerasan itu terkait dengan seruan bagi pemimpin Palestina, Mahmud Abbas, untuk menghentikan sikap bermusuhannya dengan Hamas yang telah berlangsung dalam 4 tahun terakhir. Namun, Israel sendiri melihat rekonsiliasi itu adalah ancaman, dan Hamas kiat bersemangat menolak mengakui keberadaan negara Israel dan mengikuti perundingan damai. (republika/gustani)

Leave a Reply

Bangun Opini untuk kemerdekaan Palestine

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 SSP (free palestine) - fajarullah - Powered by Blogger - Designed by Djogan -